Zig-Zag Diet - Ultimate Nutrition Indonesia, Sportindo.com

Zig-Zag Diet

Apa itu zig zag diet?

Adalah jenis program diet yang menerapkan kontrol porsi makanan dan konsumsi berseling antara makanan rendah kalori (berprotein tinggi) dan tinggi kalori, tidak menekankan untuk menghindari makanan-makanan yang biasa dijauhi pada program diet konvensional. Sementara ide dasarnya adalah untuk mengakali metabolisme tubuh agar membakar lemak sebagai energi dan bukan otot yang dibakar untuk kebutuhan tubuh.

 

Prinsip dasar

  • Zig-zag diet menerapkan pola siklus zig-zag (berseling) antara makanan rendah kalori dan tinggi kalori. Sebagai contoh, terapkan pola makan 5 hari low carb lalu diikuti 2 hari high carb (5 dan 2). Atau bisa dimodifikasi menjadi 6 hari low carb dan 1 hari high carb (6 dan 1) atau bisa juga 3 dan 2. Cobalah berkesperimen sendiri dan cari rasio low carb dan high carb yang paling cocok untuk tubuh Anda.

  • Pada saat low carb day pilihah makanan berkarbohidrat rendah tingkatkan konsumsi protein Anda. Sebaliknya saat high carb day pilihlah makanan berkarbohidrat tinggi, kurangi konsumsi protein lebih sedikit daripada saat low carb day.

  • Zig-zag diet tidak menerapkan pola makan tiga kali makan sehari, tetapi menggantinya dengan makan 6-7 kali sehari porsi lebih kecil dalam jangka waktu yang sama.

  • Makan dalam jangka waktu pendek, 2-3 jam sesudah makan utama, jumlah karbohidrat harus lebih banyak daripada lemak sehingga membuat tubuh terus bermetabolisme daripada menyimpan sebagai lemak. Tubuh juga cenderung lebih membakar timbunan lemak daripada otot.


Kelebihan zig-zag diet

Zig-zag diet mampu menjaga keseimbangan antara target membakar lemak (dengan memperhatikan asupan kalori) dan keinginan untuk memperoleh massa otot (dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkalori tinggi). Beberapa diet lain yang bertujuan membakar lemak kadang dalam prosesnya terpaksa juga harus membakar otot. Namun zig-zag diet mengklaim tidak akan membakar otot karena proses perubahan atau pergeseran kalori yang diterapkan. Selain itu, level gula darah yang stabil akibat frekuensi makan yang sering, akan menghindarkan dari nafsu makan yang berlebihan.

 

Yang dapat membuat Anda gagal

Ketidaksabaran bisa menjadikan diet ini gagal, sebab membutuhkan jangka waktu relatif lama. Penurunan berat yang terjadi mungkin tidak sesignifikan seperti diet konvensional, karena diet ini mempunyai fokus selain membuang lemak yaitu menghindarkan penurunan massa otot.